2020/06/13

BERPROSES


Dua malam terakhir, ponsel selalu berdering dari beberapa teman yang meluapkan keluh kesah dan kekesalannya terhadap teman kami yang lain. Mereka sedang berkonflik, aku mendengarkan dan mengambil pelajaran untuk menjadi renungan bersama. Orang-orang pernah bilang, 'usia hanyalah angka, pertambahan usia belum tentu menjadikan kita dewasa'. Ada benarnya, ternyata kedewasaan seseorang dinilai dari pola pikir dan karakternya. Karakter yang baik tidak muncul instan, tetapi progesif melalui proses variatif di sepanjang perjalanan.

Kita adalah kita, bukan Presiden Amerika yang sering menjadi perhatian dunia. Diri kita bukanlah pusat perhatian dunia. Maka dari itu, tidak perlu berlagak jumawa, apalagi sampai merendahkan orang lain. Terkadang penting untuk diingat bahwa dunia ini dihuni 7 miliar manusia dengan 7 miliar kepribadian yang berbeda. Jumlah yang tidak sedikit, terlalu mustahil untuk memaksakan semua orang suka dengan kita apalagi menuntut pengertian. Pun diri kita sendiri, tidak perlu untuk selalu mendengar ucap orang lain apalagi memenuhi setiap ekspektasi mereka. Adalah diri sendiri yang paling mengenal kita, tetapi tetap saja tidak boleh menutup mata dan telinga. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita tetap membutuhkan orang lain dalam berproses menjadi baik. Kenapa? Karena kita tidak bisa sepenuhnya mengukur diri sendiri. Noda di punggung tidak akan pernah tampak di cermin, kita akan tau karena teman. That's it! Refleksi tidak cuma datang dari diri sendiri, refleksi bisa aja datang dari personal lain yang menyaksikan bagaimana diri kita sehari-hari. Menurut saya, konflik adalah media refleksi — bagaimana pandangan personal lain tentang kita dan renungan diri atas tingkah yang kiranya menyakiti personal lain. Berpikirlah yang luas dan bijaksana sambil terus melihat ke dalam. Menemukan baik-buruk dan benar-salah adalah perkara rumit, karena keduanya selalu tampak abu-abu. Begitulah bagaimana hidup menyajikan proses — proses menjadi baik, yang tidak akan membentuk karakter sebelum digodog panjang. Berat, tapi ada mantra pendahulu yang harapannya dapat meringankan, 'do good and good will surely come to you'. Mantra yang masuk akal, karena karakter yang baik sebenarnya berakar dari kebajikan, dari diri sendiri dan yang datang setimpal dari mereka.

No comments: