Sudut rumah itu tak lagi sama,
Sudut itu pernah menyaksikan
Senyum merekah kepada kaki-kaki mungil yang belajar menapak
Sudut rumah itu tak lagi sama,
Sudut itu pernah mendengar
Senandung kecil kepada bibir yang belum berbahasa
Sinar mentari pagi menyela rimbun dedaunan,
Sepasang bola mata menatapnya teduh dari atas kursi rodanya
Sunyi yang menjadikannya syahdu
Sabar yang menjadikannya syukur
Semesta merenggut seluruh kisahnya seketika
Sehingga,
Sudut rumah itu tak lagi sama,
Sekadar mengingatkan, tetapi tidak mengembalikan
Sudut itu pernah menyaksikan
Senyum merekah kepada kaki-kaki mungil yang belajar menapak
Sudut rumah itu tak lagi sama,
Sudut itu pernah mendengar
Senandung kecil kepada bibir yang belum berbahasa
Sinar mentari pagi menyela rimbun dedaunan,
Sepasang bola mata menatapnya teduh dari atas kursi rodanya
Sunyi yang menjadikannya syahdu
Sabar yang menjadikannya syukur
Semesta merenggut seluruh kisahnya seketika
Sehingga,
Sudut rumah itu tak lagi sama,
Sekadar mengingatkan, tetapi tidak mengembalikan
No comments:
Post a Comment