Katakanlah, kecewanya memiliki nyawa
Jadilah
dia sosok berjiwa ksatria di bawah naungan cakrawala
Matanya
basah, menjadikan padam luapan amarah
Monolog
sore itu memberi ruang untuk maaf
Katakanlah,
kecewanya memiliki nyawa
Henti
langkahnya menuju timur
Keyakinannya
tenggelam bersama surya ditemaram senja
Langit Fajar esok hari tidak lagi memunculkan semburat jingga yang sama
No comments:
Post a Comment